Stand Bazaar Izzi

 

Daftar Isi

Festival Hari Merdeka akan tiba! Tante Sisy sudah memesan stand bazaar disana, namun anaknya jatuh sakit. Apakah Izzi dan teman-teman bisa membantu Tante Sisy menjaga stand tersebut?

Kelas: 3

Topik: mengukur berat, konversi satuan berat, mengukur volume, perkalian, pembagian, penjumlahan, pengurangan

KTI1Izzi, Mila dan Dea sedang bermain di kamar Izzi ketika telepon berbunyi.

“Eh, sebentar ya teman-teman.”

Izzi berlari menuruni tangga rumahnya dan mengangkat telepon di ruang tamu.

“Halo?”

“Izzi sayang, apa kabar?”

“Eh, Tante Sisy,” Izzi tersenyum begitu mendengar suara tante kesayangannya itu. “Baik tante. Gimana kabar Bobby?”

Tante Sisy mendesah. “Bobby lagi sakit nih Zi, kena cacar… kayaknya tante butuh bantuan kamu.”

“Aduh, kasihan banget Bobby,” kata Izzi, teringat waktu ia terkena penyakit cacar setahun yang lalu. Seluruh tubuhnya penuh bintik merah yang panas dan gatal. Hiii… “Tante butuh bantuan apa?”

“Gini Zi, besok kan ada bazaar di gedung aula RT. Tante udah pesan satu stand buat jualan cupcake. Tapi ternyata ini Bobby kan lagi sakit, jadi tante ngga bisa kesana. Bisa ngga kamu bantu tante jaga stand?”

“Oh, bazaar di Festival Hari Merdeka ya?” tanya Izzi. Mila dan Dea tadi mengajaknya jalan-jalan kesana besok, mereka sepakat mau berangkat pagi untuk melihat lomba fashion show. Kalau Izzi jaga stand nanti Mila dan Dea gimana dong?

“Tapi kalau sendiri Izzi ngga bisa tante. Izzi ajak temen boleh ngga?”

Tante Sisy tertawa. “Ajak aja Zi. Kalau kamu mau, kamu dan teman-teman ikut jualan aja mumpung ada stand nya, kan lumayan bisa nambah tabungan.”

Wah, ide yang bagus tuh. Sudah sebulan mereka nabung buat beli roller blade, tapi uang yang terkumpul masih sedikit. Kalau mereka bisa dapat tambahan tabungan siapa tahu besok mereka sudah bisa beli roller blade nya? Cihuuyy… Izzi jingkrak-jingkrak di tempat.

“Oke tante, terus kue nya kapan bisa Izzi ambil?”

“Besok pagi tante antar ke rumah kamu ya Zi. Makasih banyak lhoo…” Tante Sisy terdengar senang. Izzi pun tersenyum.

“Sama-sama tante.” kata Izzi menyudahi percakapan mereka. Dengan cepat Izzi naik kembali ke kamarnya.

“Milaaa… Deaaa… ada kabar bagus niih!” Izzi membuka pintu kamar dengan agak kencang. Mila yang lagi baca buku kaget, bukunya sampai jatuh.

“Eh bagus bagus…,” katanya latah. “Iih… Izziii! Aku kan lagi baca, ceritanya lagi seru si pangeran mau melawan nenek sihir.” Mila memungut buku itu dan membalik-balik halamannya. “Huuh jadi hilang deh tadi udah sampai halaman berapa.”

Izzi tertawa lalu duduk di lantai di samping Mila, bersandar ke tempat tidur. Dea mengikat tali kenur gelang manik-manik yang sedang dibuatnya lalu mengangkat kepala, keningnya berkerut. “Kabar bagus apa Zi?”

Izzi mengulang kembali permintaan Tante Sisy pada teman-temannya. “Nah, ide bagus kan? Tabunganku bulan ini masih sedikit, kalau begini caranya kapan bisa beli roller blade nya?”

Mila mengangguk-angguk. “Aku juga masih sedikit sih, apalagi kemarin sempat kepake buat beli kado buat mama.”

“Tapi kita mau jualan apa Zi?” tanya Dea. “Waktunya kan sempit, besok acaranya sudah mulai.” Dea melihat jam di kamar Izzi. “Sekarang aja udah jam 2, kalau kita emang mau jualan besok berarti kita harus siap-siap dari sekarang.”

“Iya juga ya…” gumam Izzi, “menurut kalian enaknya kita jualan apa?”

Mereka bertiga berembuk. Dea mengambil pensil dan buku catatan kecil Izzi di meja belajar, lalu menuliskan ide-ide mereka. Dari ide-ide yang ada banyak yang kemudian dicoret.

KTI2“Bikin sate sosis?” Mila yang ngga suka sosis mengerutkan hidungnya. “Ngga mau ah, berminyak banget. Lagipula nanti bajuku jadi bau sosis.”

“Huuu…” Izzi menyikut Mila. “Itu kan emang karena kamu ngga doyan. Coba kalo jualan somay, pasti semangat banget!”

Mila terkekeh. Dea ikutan nyengir, lalu menambahkan. “Tapi susah juga Zi kalo jualan sosis, kan ribet harus bawa kompor dan goreng-goreng disana. Misalnya kita ngga mau masak disana dan bikinnya dari rumah… nanti disana udah keburu dingin. Dan kalau dagangannya keburu habis padahal yang suka banyak, jadi ngga bisa bikin satenya lagi.”

“Jadi kita harus cari jualan yang bisa dibikin dirumah atau ditempat dan bisa kita siapin bahannya sekarang. Gitu kan?” Izzi menyimpulkan.

“Aha!” Mila menjentikkan jarinya. “Kita bikin sejenis minuman aja, Zi!”

KTI5-200pxDea mengangguk. “Boleh juga tuh Mil, yang bisa dibikin minuman dingin dan panas ya, jadi kalo hujan kita jual yang panas, kalo panas kita jual yang dingin.”

“Lho, emangnya disana ada dispensernya?” tanya Izzi.

“Hmm… itu sih bisa ditanya ke panitia. Minuman apa baiknya Mil, kamu kan penggemar minuman manis.” kata Dea.

“Ohya, kemarin kakakku beliin aku minuman matcha green tea, enak bangeet. Kita bikin itu aja yuk. Minumannya bisa dibikin dingin ataupun panas.” kata Mila.

“Bahannya apa aja Mil?” tanya Izzi. “Bisa kita beli sekarang ngga?”

“Cari di internet yuk,” ajak Dea. Mereka bertiga mengerubungi komputer Izzi dan membuka mesin pencari. Izzi mengetik ‘Resep matcha green tea’ di jendela pencari. Beberapa hasil pencarian muncul, dan Dea menunjuk salah satu tautan.

“Eh, yang ini aja, ini kan website toko bahan organik yang ada cabangnya disini. Aku pernah lihat tokonya waktu ke pasar bareng mama.”

Izzi mengangguk dan membuka tautan itu. Sebuah halaman bernuansa hijau lembut muncul di layar.

KTI6

Resep Matcha Green Tea Latte
1 takar matcha green tea powder GreenOrganic
1 takar susu bubuk Full Cream
250ml air dingin/hangat

Cara membuat:
Larutkan green tea powder dan susu bubuk dengan sedikit air hangat. Lalu campurkan semua bahan, kocok hingga berbuih.

“Wah, gampang nih bikinnya.” Kata Izzi sambil klik tombol Cetak. Setelah mengambil hasil cetakan dari printer, ia lalu klik tautan yang ada di resep. “Mereka jual bahannya lagi.”

Harga 1 kotak bubuk Matcha = Rp. 100.000

Harga 1 kotak bubuk susu Full Cream = Rp. 25.000

“Ya udah yuk cepetan kita kesana, nanti kesorean.” Kata Mila.

“Eeh… tunggu dulu, kita butuh beli berapa banyak nih?” Cegah Dea. “Emang kamu punya uang berapa Mil?”

Mila menggaruk-garuk kepalanya sambil cengengesan. “Hehe… iya juga ya.”

uangizzi

Apakah kamu tahu berapa jumlah tabungan Izzi, Dea dan Mila?

Jumlah tabungan Izzi = 100.000 + 50.000 + 20.000 = 170.000

Jumlah tabungan Dea = 100.000 + 20.000 + 10.000 + 10.000 + 5.000 + 5.000 = 180.000

Jumlah tabungan Dea = 50.000 + 20.000 + 10.000 + 10.000 + 5.000 + 2.000 + 2.000 + 1.000 = 100.000

Izzi bangkit dan mengambil celengan Hello Kitty nya. Ia lalu membuka dan menghitung uangnya. “Aku punya 170.000”

“Hmm…” Dea memandang ke atas lalu menjentikkan tangannya. “Aku punya 180.000.”

Izzi dan Dea memandangi Mila yang masih nyengir. “Heee… aku punya berapa ya? Kayaknya sekitar 100ribuan deh.”

Dea lantas menjumlahkan uang mereka.

Total tabungan Izzi, Dea, dan Mila = 170.000 + 180.000 + 100.000 = 450.000

KTI4

“Oke, kita punya 450.000 nih, terus kita harus beli bahan berapa banyak?” tanya Dea sambil melihat ke arah Izzi.

Izzi berpikir sejenak. “Sebenarnya ada beberapa cara, tapi supaya gampang kita putuskan dulu saja, berapa porsi minuman yang mau dijual. Baru kita hitung berapa harga bahannya. Kalau uang kita ternyata kurang, ya kita kurangi saja porsi jualannya. Bagaimana menurut kalian?”

Dea dan Mila mengangguk setuju.

“Okelah,” sahut Dea. “Aku usul kita tentukan berapa porsinya dari bahan yang sudah kita punya. Aku punya stok air galon di rumah. Kalau ngga salah ukurannya 15 liter.”

Mila mengerutkan kening. “Ngomong-ngomong, menurut resep tadi takaran airnya berapa ya?”

Izzi membacakan kembali resepnya.

Resep Matcha Green Tea Latte
1 takar matcha green tea powder GreenOrganic
1 takar susu bubuk Full Cream
250ml air dingin/hangat

“Oh, 1 porsi butuh 250 ml air, Mil,” kata Izzi. “Nah, sekarang kamu hitung ya, kalau kita punya air sebanyak 15 liter, berarti kita bisa bikin berapa porsi minuman, Mil?”

airgalon

Wadah berisi 15 liter air

Apakah kamu tahu?

1 liter = 1.000 ml

15 liter = 15 x 1.000 ml = 15.000 ml

Isi wadah air Dea adalah 15.000 ml

1 wadah = 15.000 ml

1 gelas (porsi) = 250 ml

1 wadah bisa membuat = 15.000 : 250 = 60 porsi

“Eh, terus gelas sama sedotannya gimana?” tanya Mila kuatir.

“Minggu kemarin mamaku baru beli gelas plastik dan sedotan buat arisan,” kata Izzi. “Satu pak isinya 1 lusin. Kalau ngga salah mama beli 5 lusin deh.”

“Wah, cukup ngga ya?” gumam Mila.

berapagelas

Apakah kamu tahu?

1 lusin = 12 gelas

5 lusin = 5 x 12 gelas = 60 gelas

“Wah, pas banget nih, Izzi!” seru Mila. “Mama kamu udah beli 60 gelas, cukup buat kita jualan!”

“Oke, jadi kita buat 60 gelas ya,” kata Mila kemudian. “Selanjutnya apa?”

Izzi mengangguk. “Teman-teman, sekarang kita perlu hitung butuh modal berapa. Sebelum bisa menjawab itu, kita perlu cari tahu, berapa banyak bubuk Matcha dan susu Full Cream yang perlu kita beli untuk membuat 60 gelas minuman?”

berapakotakmatcha

“Waduh, gimana menghitungnya Izzi?” tanya Mila.

“Gini, Mil… kita harus tahu dulu, 1 kotak Matcha dan susu itu dapatnya berapa porsi?” kata Izzi.

Dea kembali membaca printout resep.

“Disini 1 kotak Matcha green tea powder isinya 500gr, sedangkan 1 kotak Susu Full Cream isinya 250gr.”

Izzi mengambil pensil dan menulis keterangan itu pada kertas cetakan resep.

isikotak

1 kotak Matcha = 500gr

1 kotak Susu Full Cream = 250gr

Dea kemudian membaca keterangan tambahan.

“Menurut keterangan disini, satu takaran saji Matcha green tea powder itu 25gr. Eh, ternyata satu takaran saji susu bubuk full cream itu juga sama, 25gr.”

1 sendok takar Matcha = 25gr

1 sendok takar Susu Full Cream = 25gr

Izzi mencoret-coret kertas resep dengan cepat. “Satu kotak Matcha green tea powder kan 500gr. Kalau takaran saji nya 25gr, berarti untuk dapat berapa porsi saji, ya tinggal kita bagi saja. 500 dibagi 25, jadi kita bisa dapat… berapa Mil?”

KTI10

Apakah kamu tahu?

“Eh,” Mila gelagapan, “uuh… berapa ya? Mana kutahu, hitung aja sendiri.” Ia melempar bantal ke Dea, yang tertawa dan ikut melempar balik.

Izzi cuma geleng-geleng kepala.

Jumlah porsi saji = 500 : 25 = 20

“Ooh aku ngerti, jadi kita dapat 20 porsi!” tanya Mila.

kotakmatcha

Izzi mengangguk. “Yup. Lalu untuk susunya, satu kotak isinya 250gr. Kalau takaran sajinya 25gr, berarti tinggal kita bagi deh. 250 dibagi 25, jadi dapat berapa Mil?”

KTI7

Jumlah porsi saji = 250 : 25 = 10

“Umm… dapat 10 porsi?” tebak Mila.

“Yak, benar!” Seru Izzi.

Mila tampak sumringah.

kotaksusu

Dea mengambil kertas coretan dari tangan Izzi.

“Zi, berarti kalau kita mau bikin 60 porsi, kita butuh berapa kotak Matcha dan berapa kotak susu?”

berapakotakmatcha

 

Apakah kamu tahu?

kotakmatcha

20 gelas = 1 kotak Matcha

60 gelas = 60 : 20 = 3 kotak Matcha

“Ah, aku ngerti sekarang!” tukas Mila. “Untuk membuat 60 gelas kita butuh 3 kotak bubuk Matcha! Tapi berapa ya harga yang harus kita bayar?”

hargamatcha

1 kotak = Rp. 100.000

3 kotak = 3 x Rp. 100.000 = Rp. 300.000

“Untuk beli 3 kotak bubuk Matcha, jadi kita harus bayar Rp. 300.000,” jelas Izzi.

“Kalau susu nya gimana? Kita harus beli berapa kotak untuk membuat 60 gelas?” tanya Mila.

kotaksusu

10 gelas = 1 kotak

60 gelas = 60 : 10 = 6 kotak

“Oh, kita butuh beli 6 kotak susu,” tukas Mila. “Berapa tuh harganya?”

1 kotak = Rp. 25.000

6 kotak = 6 x Rp. 25.000 = Rp. 150.000

“Untuk beli 6 kotak bubuk susu, jadi kita harus bayar Rp. 150.000,” jelas Izzi.

“Jadi berapa ya total harga yang harus dikeluarkan untuk beli bubuk Matcha dan bubuk susu?” tanya Mila.

Bubuk matcha = Rp. 300.000

Bubuk susu = Rp. 150.000

Total = Rp. 300.000 + Rp. 150.000 = Rp. 450.000

“Lho, kita harus bayar Rp. 450.000!” seru Mila senang. “Berarti uang kita pas banget, dong?!”

Dea nyengir. “Eh, jangan lupa, kita harus hitung berapa modal kita untuk membuat 1 gelas Matcha Green Tea. Lalu kita mau jual berapa?”

Mila mengerang. “Aduuh banyak banget sih. Gimana ngitungnya nih?”

“Tenaang,” kata Dea sambil menepuk-nepuk pundak Izzi. “Kan ada Izzi.”

Izzi melotot dan mengambil kertas dari tangan Dea.

“Itu sih gampang. Modal kita kan Rp. 450.000 buat bikin 60 gelas. Untuh hitung modal per gelas, tinggal kita bagi saja.”

Apakah kamu tahu?

Modal 60 gelas = Rp. 450.000

Modal 1 gelas = Rp. 450.000 : 60 = Rp. 7.500

“Wah, berarti untuk bikin 1 gelas Matcha Green Tea kita butuh modal Rp. 7.500 ya?” sahut Mila.

“Jadi baiknya kita jual berapa nih minumannya?” tanya Dea.

“Hmm… kalo di pasar sih minuman green tea dijual Rp. 15.000 satu gelas,” kata Izzi. “Kalau kita jual Rp. 15.000, kamu tahu berapa total untungnya, Mil? Hitung harga jual totalnya dulu.”

1 gelas dijual Rp. 15.000

60 gelas dijual = 60 x Rp. 15.000 = Rp. 900.000

“Wah, yang bener nih Zi, kita bisa dapet uang Rp. 900.000?” seru Mila.

Pendapatan = Rp. 900.000

Modal = Rp. 450.000

Keuntungan = Pendapatan – Modal = Rp. 900.000 – Rp. 450.000 = Rp. 450.000

“Wah, kita untung Rp. 450.000, Zi!” seru Mila

“Udah ah, udah jam setengah tiga nih Zi, nanti kesorean. Kan kita mau percobaan dulu buat bikin matcha nya,” kata Dea.

“Hei, siapa tahu kita bisa minta free sample dari tokonya, sekalian minta diajari cara bikinnya.”

Dea mangut-mangut. “Kalo ngga salah yang jaga toko waktu aku lewat sana itu kak Ria deh. Kayaknya sih bisa aja, soalnya kak Ria kan orangnya baik.”

Izzi tersenym lebar. “Siiplah…”

Mila bersorak gembira. “Yuuk sekarang jalan ke pasar! Nanti mampir ke rumah aku dan Dea dulu ya buat ambil uangnya.”

2 thoughts on “Stand Bazaar Izzi

  1. Lina says:

    Sangat membantu ank supaya tidak bosan dengan matematika yang serius dengan permainan anak lebih mudah mengerti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *