Review Buku: Toko Ilmu Pengetahuan – Jago Matematika

Buku ini adalah buku ketiga dari seri Toko Ilmu Pengetahuan. Pertama saya beli buku Toko Ilmu Pengetahuan Kimia dan Biologi dari bazar Gramedia di Giant Bintaro. Saya suka format bukunya berupa cerita ringan dengan gambar lucu. Begitu tahu ada judul lainnya dalam seri ini, yaitu Fisika dan Ilmu Bumi, dan baru2 ini Jago Matematika, saya pun langsung beli.

Buat saya, mengetahui isi buku sebelum membeli buku itu sangat penting. Jadi berikut penampakan isi buku Toko Ilmu Pengetahuan: Jago Matematika.

Buku Toko Ilmu Pengetahuan: Jago Matematika mengisahkan berbagai petualangan sehari-hari seorang anak bernama Maru, anak yang sifatnya ingin tahu dan punya kelebihan cepat dalam mengerti konsep matematika. Masing-masing kisah berhubungan dengan suatu topik matematika, dan diceritakan dalam format cerita pendek berisi 3-5 halaman. Di buku ini Maru bertemu dengan para ilmuwan matematika yang mempunyai toko sendiri-sendiri, contohnya Toko Roti Stevin yang menjelaskan konsep pecahan.

Walau hanya ada sepotong, harus dibagi sama rata!
“Kita suit saja!”
“Tidak mau, aku pasti kalah. Sudah, kita bagi saja.”
“Apa bisa 2 roti dibagi 3”
Di siang hari yang terik, Maru, Jiwu dan Sokjun pulang ke rumah bersama, tapi di tengah jalan mereka kelaparan. Kemudian mereka mengumpulkan uang untuk membeli roti di toko roti Kak Stevin yang terkenal sangat enak. Tapi sayang, roti krim kesukaan mereka hanya tersisa dua. Mereka sangat akrab, jadi tidak mungkin bertengkar hanya karena roti… Dan saat ini, ketiga sahabat itu sedang kebingungan.

Pada kisah Toko Roti Stevin, Maru dan teman-teman menemui tantangan bagaimana bila jumlah benda yang dibagi lebih sedikit dari jumlah yang harus dibagi. Bagaimana membagi 2 roti menjadi 3? Disini mulailah mereka berkenalan dengan konsep pecahan. Kak Stevin menjelaskan masing-masing roti tersebut dibagi 3 dan masing-masing anak menerima 2 bagian, sehingga satu anak menerima 2 dari 3 bagian, atau disingkat 2/3. Kak Stevin kemudian menjelaskan cara menghitung penjumlahan dan perkalian pada pecahan.

Konsep matematika pecahan disajikan dalam cerita dan gambar lucu dengan bahasa yang mudah dimengerti anak, mengalir dengan logis dan menyenangkan. Ini adalah poin penting yang paling saya sukai dari buku ini. Menurut saya konsep matematika seharusnya berangkat dari sebuah persoalan. Anak harus mengerti masalahnya dulu, baru mengerti bahwa matematika itu suatu alat untuk menyelesaikan masalah, bagaimana cara menggunakan alat tersebut dengan benar, dan bagaimana memanfaatkan alat itu dengan upaya yang sedikit tapi bisa dapat hasil optimal.

Pendekatan melalui cerita membiasakan anak untuk berfikir, apa fakta yang kita ketahui? Apa masalah yang ditanyakan? Konsep apa yang bisa dipakai untuk menyelesaikannya? Bagaimana cara menggunakan rumus ini agar bisa menyelesaikan soal dengan benar? Apakah ada cara supaya kita bisa menyelesaikan dengan lebih cepat? Jadi kerangka berfikir mereka terbentuk secara alami. Mereka menyadari “Ini ada masalah penting!” dan mereka melihat “Hei, gunakan ini untuk menyelesaikannya!”.

Bayangkan Anda manusia purba yang melihat duren jatuh terus pecah, pas dicoba kok enak ya. Lalu Anda melihat masih ada satu pohon yang penuh dengan buah duren, dan ada satu duren lagi yang jatuh, namun tidak pecah. Bagaimana caranya memecahkan duren ini? Dibanting kok tidak pecah juga ya? Lalu teman Anda datang membawa pisau berburu dan memukul duren itu dengan pisaunya hingga terbelah. Ta da! Oo… gitu ya caranya. Sekarang Anda bisa makan duren. Bagaimana rasanya mengetahui bahwa suatu alat itu ternyata bisa digunakan menyelesaikan suatu masalah penting? Belajar matematika melalui cerita menjadi menyenangkan. Bayangkan apakah efek yang sama akan terjadi bila anak hanya dijejali rumus ABC dan shortcut tercepat XYZ.

Bila Anda hanya disodori duren dan pisau, apakah Anda berfikir akan membelahnya? Bisa ya, bisa tidak. Kayaknya sih nggak, ya… lah ini ada suatu benda bulat kalau dipegang tangan jadi sakit karena tertusuk duri. Terus ini benda tipis runcing buat apa ya? Apa hubungan benda berduri ini dengan benda runcing ini? Apa yang harus saya lakukan? Hah, memukulnya ke benda berduri ini? Ngapain? Apa, benda berduri ini bisa dimakan? Masa sih? Uh, udah dipukul nih, kok ngga terjadi apa apa? Yang ada tangan saya malah pegel. Hoo, dipukul sisi runcing nya ke sini? Duh, keras banget yah… hiyaaa!! Wadow apaan nih lengket… hah, coba jilat? Hiiiy… eh enak juga. Yah, tapi kayaknya ngga usah sering-sering deh. Cape nih ngerjainnya, kayaknya rasa duren ini ngga sepadan dengan usaha ngebuka nya deh… susah, tauk!!

:D :D :D

Ok, lanjut mang…

Lalu siapakah yang bisa membaca buku ini? Ini agak tricky menjawabnya. Seperti approach Khan Academy terhadap Math, tidak ada label suatu topik ini untuk 1st grade, 2nd grade, dsb. Pada buku ini cerita yang disajikan bisa saja menarik dan mudah dimengerti, namun belum tentu sesuai dengan kemampuan anak saat itu. Contoh, kisah roti ini bisa mudah dimengerti anak kelas 1 SD, namun untuk mengoperasikan penjumlahan dan perkalian pecahan? Anak tsb belum tentu sudah punya bekal untuk mencernanya. Amanda dan Andika dengan semangat membaca buku ini sampai selesai. Lalu apakah mereka lantas mengerti semua solusi yang disajikan? Beberapa ada yang dimengerti, tapi kebanyakan belum. Mereka mengerti masalahnya, tapi belum mengerti luar-dalam alat pemecahan masalah. Buat saya no problem, saya bilang kalau ada yang ngga ngerti disimpen aja dulu, berarti memang belum waktunya, nanti setelah kita belajar tentang itu pada waktunya kamu akan ngerti, baca aja cerita selanjutnya.

Anak2 saya lihat ngga keberatan dengan approach ini, dan tidak lantas membuang buku atau komplain ngga ngerti. Mereka masih senang membaca buku ini karena masih ada sesuatu menarik yang mereka dapat mengerti dan simpan di memori mereka, yaitu pemahaman terhadap masalah. Mereka belum tahu jawabannya, tapi sudah mengerti ini ada suatu masalah. Buat anak2 yang rasa ingin tahu nya tinggi, ini akan mendorong mereka untuk mencari tahu. Mereka jadi ada motivasi, ayo dong ma, gimana sih cara menyelesaikan masalah ini? At the bare minimum, mereka akan ingat bila mendapat masalah yang sama. Seperti Andika bilang ke Amanda waktu makan baso tapi tinggal sisa satu: basonya dibagi dua aja! Ya kan ma? Dika inget kok ada di buku Jago Matematika hehehe…

Pengalaman saya anak2 akan baca habis suatu buku, baik ngerti atau ngga, lalu balik lagi baca-baca iseng ngisi waktu, lalu balik lagi baca untuk mengerti lebih banyak dan mulai nanya2 kalau ada yang masih ngga ngerti (contoh, buku bahasa Inggris Time Life yang dibaca Amanda karena dia penasaran dengan ceritanya), dan balik lagi baca waktu mereka dihadapkan ke suatu masalah yang mereka inget pernah baca sebelumnya. So, dengan buku cerita yang baik, kita seperti menabung hal yang baik di memori mereka. Saya suka membeli buku model seperti ini. Proses belajar pada dasarnya adalah proses membuat interkoneksi ide. Ini ada ide baru abc, oh kalau dikaitkan dengan ide xyz, ternyata maksudnya begini toh. Buku yang membahas pemahaman masalah akan menanamkan bibit awal yang baik untuk membantu anak membuat pohon pengetahuan mereka, saat mereka menerima ide penyelesaian masalah.

Berikut daftar isi konsep matematika yang dibahas di buku ini.

Daftar Isi:
Lintasan Euler – Toko peta Euler
Kelipatan persekutuan terkecil – Supermarket Hypatia
Faktor persekutuan terbesar – Toko imterior Bernoulli
Bilangan Fibonacci – Toko bunga Fibonacci
Pecahan dan desimal – Toko roti Stevin
Persentase dan persen – Toko diskon Neumann
Peluang – Toko boneka Pascal
Kombinasi – Toko es krim Cardano
Nilai rata rata dan selisih – Toko makanan Quetelet
Teorema Thales dan perbandingan – Toko oleh oleh Thales
Pi – Toko sepeda Fermat
Volume dan luas – Rumah sakit Archimedes
Panjang dan volume – Truk buah Heron
Volume tabung – Toko permen Euclid
Deret aritmatika – Toko serba ada Gauss
Himpunan dan elemen – Studio Venn
Variabel – Toko buku Diophantos
Fungsi – Mini market Leibniz
Teorema Phytagoras – Toko mainan Phytagoras
Minus – Toko alat tulis Descartes

Pertama saya beli seri buku Toko Ilmu Pengetahuan ini dapat diskon karena terbitan lama. Namun untuk judul Jago Matematika karena baru terbit Agustus 2014 yang lalu, saya beli di Gramedia dengan harga normal Rp. 70.000. But I’m happy because it’s so worth it, dan tentunya masuk dalam daftar rekomendasi buku matematika saya. Buku ini sudah menginspirasi saya dan anak2. Dengan senang hati akan saya tunggu kelanjutan seri buku Toko Ilmu Pengetahuan untuk judul selanjutnya.

sari

sari

Ibu 3 anak yang suka matematika dan berbagi pengalaman dalam homeschool anak-anak
sari

Latest posts by sari (see all)

sari

Ibu 3 anak yang suka matematika dan berbagi pengalaman dalam homeschool anak-anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *