Kisah si Pengantar Susu – Permainan matematika konversi volume


Ah… liburan musim panas telah tiba. Matahari baru saja bangkit dari peraduannya dan sebagian besar teman-teman Hikaru mungkin belum bangun, tapi Hikaru sudah siap di depan kediaman keluarga Nakamura. Ia turun dari sepeda, memperbaiki topinya yang miring, dan membunyikan bel.

KRIING… KRIING…

Tak lama gerbang kayu besar itu terbuka. Hikaru membungkuk ketika ia melihat sekelibat rambut putih muncul dari balik pintu.

Ohayou gozaimasu, Nakamura-sama.”

Semburat senyum menghiasi wajah orang tua itu.

“Selamat pagi, Hikaru-kun. Bagaimana kabarmu? Ibumu sudah sehat?” tanyanya sambil mengajak Hikaru masuk.

Hikaru menjawab sapaan tuan Nakamura dan mendorong sepedanya melewati jalan batu yang membelah kebun hijau nan luas itu. Tak jauh dari rumah utama, angin semilir menerpa pohon Sakura yang menaungi jalan setapak menuju peternakan sapi. Beberapa karyawan tuan Nakamura sedang mengatur botol-botol susu sapi segar kedalam peti kayu.

“Apa kamu sudah siap, Hikaru-kun?”

Hari ini adalah hari pertama Hikaru bekerja paruh waktu untuk tuan Nakamura. Ia bertugas menjajakan susu sapi segar dari peternakan ke sekeliling kota.

Hai,” Hikaru mengangguk. Ia membuka tas kurir besar yang dipasang di belakang sepedanya.

Seorang karyawan membantunya memasukkan botol-botol susu ke dalam tas. Tuan Nakamura kemudian memberinya daftar nama pelanggan dan jumlah yang biasa mereka pesan. Ada yang membeli beberapa botol, ada juga yang lebih suka membeli dengan takaran gelas.

“Kamu lihat, satu botol ini isinya 1 liter susu.” Kata tuan Nakamura. Kemudian ia mengeluarkan sebuah gelas kecil. “Bila ada yang ingin membeli per gelas, kamu tuang saja isinya kedalam gelas ini.”

Hikaru mengambil gelas itu dan memperhatikan garis penunjuk takaran. Satu gelas isinya 200 ml… karena satu botol isinya 1 liter atau 1.000 ml, berarti dari satu botol ini bisa dapat 5 gelas susu, pikir Hikaru.

Kemudian tuan Nakamura memberinya sebuah telepon genggam.

“Setiap beberapa waktu, tolong beri tahu saya lokasimu dan banyak susu yang sudah terjual saat itu.” Ujar tuan Nakamura. Ia lalu menepuk pundak Hikaru. “Hati-hati di jalan ya. Ganbatte, Hikaru-kun!”

Dapatkah kamu membantu Hikaru mengantar susu ke kota?

Kisah si Pengantar Susu adalah permainan matematika untuk membantu anak kelas 3 SD mengingat dan melakukan konversi volume. Berikut cara mainnya.

Alat yang dibutuhkan:

  • Dadu
  • Bidak pemain
  • Pensil
  • Papan permainan dan kertas score

Cara bermain:

  • Tiap pemain memegang kertas score (milk delivery, yang ada gambar susunya)
  • Pemain mulai dari peternakan tuan Nakamura yang ada gambar sapinya. Setelah melempar dadu, ia menjalankan bidak melalui rumah-rumah sesuai nomor urut rumah. Contoh: pemain A mendapat dadu angka 4, maka ia menjalankan bidak dan berhenti di rumah nomor 4.
  • Pada setiap rumah ada tanda sbb:
    • G – memesan susu dengan takaran gelas. Banyaknya sejumlah angka dadu yang didapat. Misal, pemain A tadi mendapat dadu angka 4 dan berhenti di rumah dengan tanda G. Berarti susu yang dipesan adalah sebanyak 4 gelas.
    • B – memesan susu dengan takaran botol. Banyaknya sejumlah angka dadu yang didapat. Misal, pemain B mendapat dadu angka 3 dan berhenti di rumah dengan tanda B. Berarti susu yang dipesan adalah sebanyak 3 botol.
    • 2G – memesan susu dengan takaran gelas. Bila pemain berhenti di rumah dengan tanda 2G, dia harus melempar dadu lagi dan mengalikan hasil lemparannya dengan angka pertama. Misal, pemain B mendapat dadu 5 dan berhenti di rumah dengan tanda 2G. Ia melempar dadu lagi dan mendapat angka 4. Berarti susu yang dipesan adalah sebanyak 5 x 4 = 20 gelas.
    • 2B – memesan susu dengan takaran botol. Bila pemain berhenti di rumah dengan tanda 2B, dia harus melempar dadu lagi dan mengalikan hasil lemparannya dengan angka pertama. Misal, pemain B mendapat dadu 2 dan berhenti di rumah dengan tanda 2B. Ia melempar dadu lagi dan mendapat angka 3. Berarti susu yang dipesan adalah sebanyak 2 x 3 = 6 botol.
  • Setelah mendapat jumlah pesanan, pemain mengisi kertas score dengan menyilang seperlima bagian botol untuk tiap takaran gelas, atau menyilang botolnya untuk tiap takaran botol. Contoh, pemain A mendapat pesanan 3 gelas, maka dia harus memberikan tanda silang pada tiga kotak dari lima bagian dalam satu botol. Pemain B mendapat pesanan 2 botol, maka dia memberikan tanda silang pada 2 botol dalam kertas score.

pemain-a-b-cross

  • Bila pemain mendapat dadu dengan angka 6, setelah mengisi kertas score dia harus memberitahu tuan Nakamura jumlah volume susu yang telah terjual. Misal, Pemain A mendapat dadu dengan angka 6. Setelah mengisi pesanan di kertas score, dia menghitung jumlah botol dan gelas yang terjual. Ternyata ada 13 botol dan 2 gelas susu yang terjual. Maka dia harus menulis (13 x 1.000 ml) + (2 x 200 ml) = 13.400 ml di kertas score.
  • Bila pemain mendapat dadu angka 6 untuk kedua dan kesekian kalinya, jumlah susu terjual yang ditulis hitungannya mulai dari laporan terakhir (bukan jumlah volume total terjual).
  • Bila pemain melewati atau berhenti di peternakan (gambar Sapi), maka dia juga harus menulis laporan banyak susu yang terjual seperti penjelasan di atas.
  • Lanjutkan permainan sampai ada pemain yang berhasil menjual seluruh susu yang dibawa. Pemenangnya adalah yang pertama selesai menyilang semua botol susu di kertas score.
  • Bila bermain dengan batasan waktu, pemenangnya adalah yang paling banyak menjual susu.

Selamat bermain, arigatou gozaimasu :)

sari

sari

Ibu 3 anak yang suka matematika dan berbagi pengalaman dalam homeschool anak-anak
sari

Latest posts by sari (see all)

sari

Ibu 3 anak yang suka matematika dan berbagi pengalaman dalam homeschool anak-anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *