Cerivitas Craft – The Story Begins…

Daftar Isi

story1-900

ZZZAAapp!!

Kamu tersentak bangun. Matahari bersinar cerah. Cahayanya menerangi pasir putih, danau yang jernih, dan pepohonan hijau berbentuk kotak-kotak.

Astaga… kamu memperhatikan tanganmu yang juga berbentuk kotak. Kamu berada dalam dunia Minecraft!

Kamu berjalan ke tepi danau dan mencelupkan kakimu ke sana. Oh… airnya sejuk. Kamu meraup sebongkah pasir putih. Butirannya terasa lembut di tanganmu. Apakah ini benar-benar terjadi?

Kamu menyunggingkan senyum dan bermain di sekitar danau itu. Sepertinya kamu muncul di sebuah oase pada bioma padang pasir. Pasti masih banyak tempat-tempat indah yang bisa kamu kunjungi. Ah, rasanya tidak sabar untuk berlari, terbang, dan berpetualang!

Eh… tapi tunggu dulu. Kamu bisa melihat penanda kesehatan dan rasa laparmu. Waduh, ini bukan dunia Creative. Ternyata kamu terdampar di dunia Survival!

Kamu segera menghampiri pohon terdekat dan mengambil kayu. Dengan sigap kamu membangun meja kerja dan membuat perkakas. Hari masih pagi, tapi kamu tahu malam sedang merayap datang. Dan di dunia Survival, kamu tahu apa yang akan ikut datang bersama malam…

Beliung kayu, kapak kayu, sekop kayu, pedang kayu, hmm… apa lagi ya? Oh, iya. Kamu butuh obor untuk menerangi jalan. Kamu sudah punya tongkat kayu, tapi kamu belum punya batu bara…

Kamu mengernyit. Kamu tidak ingin menggali tambang terlalu dalam untuk mencari batu bara. Tapi setidaknya kamu bisa mengumpulkan batu untuk membuat perkakas batu. Melewati malam dengan pedang batu lebih baik daripada hanya berbekal pedang kayu. Selain itu, kamu bisa membuat perapian dari batu yang kamu kumpulkan. Kalau kamu tidak menemukan batu bara, kamu bisa membuat arang di perapian dengan kayu yang kamu punyai.

Baiklah, sepertinya kamu memang harus menyisihkan waktu untuk sedikit menggali.

Setelah beberapa waktu, kamu naik dari lubang yang kamu gali. Dengan gugup kamu mengamati posisi matahari.

story2-900

Ugh… hari sudah siang.

Kamu cepat-cepat membuat perkakas dan obor. Setelah puas dengan persiapanmu, kamu berlari menuju ke satu arah.

Padang pasir ini terik sekali. Kamu tidak menjumpai satu binatang pun. Perutmu sudah lapar. Kondisimu pun semakin memburuk karena kelelahan. Dan matahari sudah menggelincir turun…

Tiba-tiba…

Oh, apa itu?

Kamu memicingkan mata. Mungkinkah… kamu bergumam dalam hati. Ya… ya, itu sebuah desa!

Walau sudah tersengal-sengal, kamu mempercepat larimu. Jantungmu berdegup kencang. Langit sudah memerah. Sebentar lagi matahari tenggelam. Kamu berlari dan berlari. Tepat saat hari menjadi gelap, kamu sampai di desa.

Wajahmu panas, dadamu terasa nyeri. Kamu megap-megap menarik napas. Kakimu sakit, tapi perjuanganmu belum selesai. Kemana kamu harus berlindung?

Kamu melompati rerumputan dan memilih suatu rumah secara acak. Kamu menerobos masuk dan membanting pintu sampai tertutup. Para penduduk desa yang berada di dalam rumah berpaling ke arahmu.

“Halo, perantau,” sapa seorang petani padamu. “Namaku Farmer. Selamat datang di desa kami!”

Kamu mengempaskan diri ke belakang, bersandar di tembok kayu rumah yang terang itu.

Oh, syukurlah… kamu mengembuskan napas lega. Ternyata di sini kamu bisa mengerti percakapan para penduduk desa! Kamu berkenalan dengan mereka dan menceritakan keadaanmu.

story3-900

“Yah, akhir-akhir ini Zombie dan monster lainnya bertambah banyak. Sepertinya Baginda Raja memang sedang membutuhkan bantuan,” kata Farmer. “Sudah beberapa kali kami kedatangan tamu perantau sepertimu. Mereka semua terpilih menjadi prajurit Raja.”

“A..apa?” Tenggorokanmu terasa kering. “Maksudmu aku harus tinggal disini? Tapi aku mau pulang…”

“Hanya Raja yang bisa membantumu,” kata Farmer sambil mengangguk pelan. “Baginda Raja memiliki kunci untuk membuka portal menuju ke The End, sebuah tempat yang sangat jauh.

Menurut legenda, tempat itu adalah batas dunia ini. Kamu tetap harus berupaya mengalahkan naga Ender sebelum perjalananmu berakhir. Tapi Raja memberikan perbekalan yang melimpah untukmu disana, sebagai imbalan bagi para prajuritnya yang setia.”

Secercah harapan merekah di hatimu.

“Apa sudah ada prajuritnya yang berhasil ke sana?” tanyamu.

Farmer mengedikkan bahunya. “Aku kurang tahu masalah prajurit kerajaan. Tapi sekarang saja pekerjaan mereka baru dimulai. Belum ada prajurit yang mencapai peringkat Sakti.”

Kamu mengerutkan kening. Sepertinya tidak ada aturan peringkat dalam permainan Minecraft? Farmer melihat kebingunganmu dan tersenyum.

“Di kerajaan Cerivitas Craft ini, para prajurit dibagi menjadi beberapa tingkat,” jelas Farmer. “Peringkat pemula disebut Prajurit. Di atas itu ada Kesatria. Lalu Cenayang, dan yang paling tinggi adalah peringkat Sakti.”

story4-900

“Sakti? Maksudmu mereka punya kekuatan super?”

Farmer mengangguk. “Raja memiliki gudang kekuatan sebagai senjata bagi para prajuritnya. Masing-masing prajurit bisa membeli dan menggunakan kekuatan. Semakin tinggi peringkatmu, semakin banyak kekuatan yang dapat kamu pakai. Aku dengar ada yang bisa menjadi kasat mata atau berubah wujud.”

Kamu terbengong-bengong mendengar penjelasannya.

“Aku baru tahu tentang ini… bagaimana caranya supaya aku bisa naik peringkat? Lalu aku bisa beli kekuatan pakai apa? Kalau peringkatku sudah Sakti, berarti aku bisa ke The End?”

Farmer hanya tertawa. “Tenang, satu-satu dulu… semua ada waktunya. Yang kudengar, para prajurit itu harus mengumpulkan poin. Ada 3 macam poin yang dimiliki tiap prajurit.

Achievement Point atau AP, adalah poin yang kamu dapat bila kamu mengerjakan sesuatu yang baik. Misalnya, sudah siap di lapangan saat mau berperang, menolong teman sesama prajurit, mengumpulkan tugas tepat waktu… nah AP yang sudah kamu kumpulkan itulah yang bisa kamu pakai untuk membeli kekuatan. Kamu mengerti?”

Kamu mengangguk cepat. “Lalu bagaimana dengan peringkatku?”

“Raja akan memberimu berbagai tugas. Ada Great War, dimana sekelompok prajurit berlomba dengan kelompok lain untuk menyelesaikan tugas di lapangan. Ada Fierce Battle, dimana kamu bisa bawa tugasmu ke rumah. Kamu bisa mengatur waktumu sendiri dalam mengerjakannya.

Ada lagi Side Mission, misi sampingan untuk menolong sesama prajurit temanmu. Setiap kali kamu berhasil mengerjakan tugas, eXperience Point atau XP mu akan bertambah. Semakin kamu mahir, semakin bertambah XP mu, peringkatmu juga akan naik. Sampai disini kamu mengerti?”

“Ya.. ya, kurasa aku mulai mengerti. AP untuk berbuat baik. XP untuk mengerjakan tugas. Tapi… tadi kamu bilang ada 3 macam poin. Poin apa lagi yang harus kukumpulkan?”

“Ah, poin ketiga ini agak berbeda. Di awal masa kerjamu, Raja akan memberimu 30 Health Point atau HP. HP mu tidak bisa melebihi nilai maksimal ini. Tapi HP mu bisa berkurang kalau kamu berbuat buruk. Misalnya menghina teman, mengganggu acara latihan perang, menolak bekerja sama dalam tugas kelompok…

Kamu harus menjaga agar HP mu tidak kosong. Kalau HP mu sampai habis, Raja akan menjebloskanmu ke penjara. Kamu dilarang bertarung untuk beberapa waktu. Kamu juga tidak bisa mengikuti latihan keprajuritan bersama teman sekelompokmu. Mereka akan semakin ahli, sementara kamu tertinggal jauh dengan mereka.”

“Oke, aku paham itu. Aku tidak berniat buruk kok. Apa lagi yang perlu kuketahui?” tanyamu.

Belum sempat Farmer menjawab pertanyaanmu, perutmu sudah berbunyi kencang.

“Ah, maaf,” Kamu bergumam dengan wajah merah. “Aku sedikit lapar. Apakah kamu punya makanan?”

Farmer menggeleng sedih. “Sejak masalah monster ini muncul, panen kami mengalami penurunan. Aku punya sedikit roti, tapi kamu harus membayarnya dengan uang.”

Kamu terkejut. “Oh, kukira kalian berdagang dengan batu zamrud?”

“Itu dulu. Yah, sebagian kami masih pakai sistem perdagangan zamrud, tapi kebanyakan sudah memakai mata uang baru, namanya IDR.”

IDR? tanyamu dalam hati. Kok sama seperti mata uang rupiah?

“Gimana caranya mendapatkan uang IDR ini?”

“Mudah saja. Selama perjalananmu kamu pasti akan menemukan berbagai barang jarahan. Mulai dari emas, permata, semua barang berharga bisa kamu jual ke istana Raja. Mereka akan memberimu uang IDR. Kamu bisa memakainya untuk membeli bahan bangunan untuk membuat rumahmu, atau untuk membeli kekuatan khusus saat misi sedang berjalan. Kudengar peringkat Sakti bahkan mampu memanggil Zombie untuk menyerang lawan.”

story5-900

BRAAakk!!

Tiba2 pintu rumah terbanting terbuka. Seorang lelaki dengan baju zirah dari kulit masuk dengan cepat. Ia menutup pintu tepat sebelum Zombie masuk.

“Steve, apa yang sedang kamu lakukan?!” teriak seorang perempuan di depan pintu. “Kamu seharusnya melawan zombie ini, bukan kabur darinya!”

Steve meringis dan mengintip dari balik pintu. Kamu juga ikut memperhatikan dari balik jendela. Kamu melihat perempuan itu mengayunkan pedang berliannya dengan sigap.

“Kamu saja yang mengatasinya, Alex! Aku harus memastikan target kita selamat.” Steve mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, lalu tersenyum saat melihatmu.

“Halo, kamu pasti calon prajurit baru,” kata Steve sambil mengulurkan tangan. “Aku Steve dan dia Alex. Kami ditugaskan untuk menjemput dan mengawalmu ke istana Raja. Kami nanti jadi teman sekelompokmu.”

Pintu depan terbuka. Zombie yang tadi di depan pintu sudah tidak ada. Alex masuk dengan wajah merengut.

“Huuh, dasar kamu Steve,” gerutu Alex. “Begitu kita sampai markas, aku akan bilang ke Notch kalau kamu ngga mau kerja.”

“Yaa, jangan begitu, Lex… HP ku tinggal sedikit nih.”

“Ya sudah, cepetan dong… kita harus segera pergi. Beberapa jam lagi kita sudah harus upacara pagi di lapangan istana.”

“Iya, iya… sebentar, temen baru kita kayaknya kelaparan. Mukanya pucat banget. Sebagai teman sekelompok kita kan harus saling menolong,” kata Steve. Ia dan Alex lalu berpaling padamu. “Aku punya roti dan ikan panggang. Kamu mau?”

Kamu mengangguk senang dan berterima kasih.

Alex memperhatikanmu sejenak, lalu tersenyum. “Sepertinya kamu orang baik. Semoga kita bisa bekerja sama ya, jangan jadi pemalas seperti Steve ini.”

“Hei!” protes Steve. “Aku juga orang baik. Aku kan yang paling banyak mengumpulkan AP untuk kelompok kita dari Side Missions. Bukan salahku kan kalau aku sedikit alergi sama Zombie.”

“Terserahlah,” kata Alex sambil memutar bola matanya. “Ayo berangkat. Eh, kayaknya tadi aku belum kenalan sama anak baru.”

Steve terkekeh. “Ayo anak baru, apa kamu sudah siap memulai petualangan bersama kami?”

Alex menyikut Steve dan menyodorkan tangannya padamu.

“Namaku Alex. Siapa namamu?”

Dan kamu pun menjawabnya dengan namamu.

=== ooo ===

The adventure continues at Cerivitas Craft… coming soon on June 2016 :)

story6

Daftar di sini