Toko Kue Bu Broto

Daftar Isi

Source image from vecteezy
Source image from vecteezy

Kak Adam kehilangan daftar belanjaan dari Ibu ketika ia dan Ben pergi ke Pasar Pagi. Dapatkah Ben membantu Kak Adam membeli kue pesanan Ibu untuk arisan siang ini?

Kelas: 2

Topik: Penjumlahan, Perkalian, Uang (menghitung harga), Uang (menghitung kembalian)

Catatan:

  • Kalau kamu ingin ikut berhitung bersama Ben, siapkan kertas dan pensilmu :)
  • Kamu bisa klik pertanyaan yang kamu kurang mengerti untuk mendapat petunjuk gambar
  • Jawaban pertanyaan ada di halaman berikutnya

“Ben, jadi ikut ngga?” tanya Kak Adam sambil melongok ke dalam kamar Ben.

“Jadiii!” Ben menutup buku komiknya dan lompat dari tempat tidur.

Kak Adam menepuk pundaknya dan mereka ke dapur dulu untuk pamit ke Ibu.

“Cepat pulang ya, acara arisannya mulai jam 11 lho!” pesan Ibu sembari menyerahkan secarik kertas dan sejumlah uang ke Kak Adam. “Ibu ke rumahnya Kai dulu ya, ada yang mau disiapin untuk arisan nanti.”

“Daah Ibuu…” seru Ben, melambaikan tangan sewaktu mereka berangkat.

=== ooo ===

Kai, awas ada cicak! Hihihi...
“Kai, awas ada cicak! Hihihi…”
Image source from pixabay

Sesampainya di pasar, mereka memarkir sepeda dan langsung menuju toko kue langganan Ibu. Kak Adam menggandeng tangan Ben dan memandunya melewati keramaian pasar. Pagi itu cuaca cerah dan sejuk, orang-orang yang belanja lebih banyak dari biasanya.

“Sayang anak, sayang anak!” Seorang tukang mainan memainkan gasing yang mengeluarkan cahaya berpendar. “Beli satu bang, buat adeknya? Ada pedang-pedangan juga.” Tawar bapak itu kepada Kak Adam, tangan yang satunya menggoyangkan pedang plastik berwarna hijau.

Kak Adam tersenyum dan menggeleng. “Maaf pak, sekarang lagi buru-buru.”

Ben memperhatikan tumpukan mainan yang dijual bapak itu. Ada mobil-mobilan yang bisa jalan mundur, ada perahu layar warna-warni, ada bola karet berbulu… wah, ada cicak mainan yang mirip aslinya! Hihihi… kalau ia lempar ke Kai pasti sobatnya itu kabur ketakutan.

“Ayo, kita beli kue pesanan Ibu dulu,” kata Kak Adam, menarik tangan Ben untuk beranjak pergi. “Nanti kalau masih ada waktu kita mampir lagi kesini ya.”

Huuh… Ben mengerling untuk terakhir kalinya ke koleksi mainan bapak itu. Dengan enggan Ben mengikuti Kak Adam.

Toko kue Bu Broto berada di deretan depan para penjual makanan. Berbagai macam kue dan jajanan pasar terpajang di etalase kaca toko. Ben menempelkan kepalanya ke kaca untuk mencari carrot cake kesukaannya. Bu Broto menghampiri mereka dari balik etalase dan tersenyum ke arah Ben.

“Halo, ada yang bisa dibantu?”

Ben balik tersenyum dan menengadah ke arah Kak Adam.

daftar-kue.jpg“Mau beli kue untuk arisan bu,” kata Kak Adam.

“Oya, mau pesan yang mana?” tanya Bu Broto sambil mengambil kotak kue ukuran besar.

“Sebentar bu, saya ada catatannya.” Kak Adam merogoh-rogoh kantong belakang celananya dan mengerutkan kening. “Lho, kok ngga ada ya?”

“Tadi kakak taruh dimana?” tanya Ben.

“Waktu Ibu kasih tadi langsung kakak selipkan di kantong belakang.” Kak Adam mencari-cari di kantong satunya lagi, tapi tidak ketemu juga. “Aduh, padahal ada uang Ibu juga.”

“Mungkin diambil copet,” Bu Broto menggeleng-geleng prihatin. “Akhir-akhir ini ada copet yang berkeliaran di pasar, apalagi waktu ramai begini. Tadi sempat mampir kemana?”

Ben memandangi Kak Adam yang sedang mengecek kantong depannya. Duh, jangan-jangan Kak Adam kecopetan gara-gara tadi mereka berhenti di depan tukang mainan?

“Maaf bu, saya balik ke rumah dulu untuk ambil uangnya.” Kak Adam berkata pada Bu Broto.

“Ngga apa-apa. Hati-hati nyimpan uangnya.”

“Ben, kamu tunggu disini dulu ya, kamu pilih dulu aja kuenya jadi nanti waktu kakak balik lagi udah tinggal bayar.” Kata Kak Adam.

“Wah, kak, kue apa aja yang harus dibeli?” tanya Ben sambil melihat ke etalase kue. Kuenya banyak sekali!

“Yah, kakak ngga tahu pesanan Ibu. Kamu pilih aja yang mana kamu suka.”

Ben bersungut-sungut. “Bener ya? Nanti aku belikan carrot cake semua lho! Emang mau beli berapa sih?”

Kak Adam garuk-garuk kepala. “Yaah jangan sama semua dong… Yang mau datang arisan kan ada 20 orang. Nah, kamu atur aja deh jenis kuenya supaya satu orang dapet 3 kue. Oke? Kamu berani kan sendiri?”

“Yeee… berani dong!” Ben meleletkan lidahnya. Kak Adam tertawa dan mengacak-acak rambutnya, lalu menarik Ben untuk berbisik.

“Eh, kalau bisa jangan pilih yang mahal-mahal ya Ben, uang kakak cuma ada 200 ribu.”

“Lho, emang kakak ngga minta uang ke Ibu lagi?”

Kak Adam meringis. “Nggak, pakai tabungan kakak aja. Kamu inget cara menghitung uang yang kakak ajarin, kan?”

“Umm… inget sih, tapi…” kata Ben ragu.

“Sip, kakak yakin kamu pasti bisa.” Kata Kak Adam sambil nyengir.

“Ya udah cepetan sana nanti udah keburu siang,” kata Ben. Kak Adam mengacungkan jempol dan kemudian lari ke tempat parkir.

Bu Broto senyum-senyum melihat kelakuan Ben dan Kak Adam. “Namamu siapa?” tanya Bu Broto.

“Nama saya Ben, bu,” jawab Ben sambil tersipu.

“Jadi mau pilih kue yang mana, Ben?”

Apakah kamu tahu...

harus-beli-60-kue
Berapa jumlah semua kue yang harus dibeli?

Ben melihat-lihat ke etalase. Kak Adam bilang kan satu orang dapat 3 kue, sedangkan orangnya ada 20. Berarti kalau mau menghitung total kue nya, tinggal tambahkan saja kue yang diterima masing-masing orang. Jadi 3 kue, tambah 3 kue, tambah 3 kue, terus ditambah 3 kue lagi, teruus ditambahkan sampai 20 orang itu kehitung semua.

Aha! Kalau disingkat, berarti 20 kali 3! Nah, 2 kali 3 kan sama dengan 6, sedangkan kalau 20 kali 3 berarti sama dengan 60 kue!

Hmm beli apa saja ya? Ah, yang enak dulu lah…

“Kalau carrot cake berapa harganya bu?”

“Satunya 3.000 rupiah,” kata Bu Broto.

Ben mengangguk. “Beli 5 ya bu.”

Eh, perlu hitung harga dulu ngga ya? Kalau ngga dihitung sekarang nanti kan ngga tahu totalnya berapa, bisa-bisa lebih banyak dari uang punya Kak Adam!

Apakah kamu tahu...

Oke deh… kalau beli carrot cake lima, berarti kan tinggal tambahkan saja harganya satu cake sebanyak lima kali.

Harga carrot cake

= 3.000 + 3.000 + 3.000 + 3.000 + 3.000

= 5 x 3.000

= 5 x 3 x 1.000

= 15.000

Jadi uang yang terpakai baru 15.000 rupiah. Sip lah… Ben senyum-senyum sendiri dengan hasil perhitungannya. Ia melihat-lihat etalase kue lagi.

“Lontong harganya berapa bu?”

“Lontong oncom 2.000, lontong ayam 3.000.”

Wah, aku ngga suka oncom, batin Ben. “Lontong oncom nya 1, lontong ayamnya 6.”

Apakah kamu tahu sudah berapa kue yang dipilih Ben? Berapakah uang yang harus ia keluarkan?

Apakah kamu tahu...

beli-lontong
Sudah berapa kue yang dipilih Ben? Berapa uang yang sudah terpakai?

Hmm… tadi kan aku sudah pilih 5 kue, pikir Ben. Ditambah 1 kue dan 6 kue lagi, jadi total kue sudah 12 kue.

Lalu tadi harganya 15.000 ditambah 1 lontong oncom seharga 2.000. Sedangkan untuk lontong ayam, tinggal tambahkan saja, 3.000 tambah 3.000 tambah 3.000 sampai 6 kali. Nah, 6 kali 3.000 itu kan jadi 18.000. Total uang yang sudah terpakai semua jadi 15.000 ditambah 2.000 ditambah 18.000 sama dengan 35.000.

“Tahu isi nya berapaan bu?”

“Tahu isi, bakwan sayur, pisang molen dan onde-onde satunya 1.000 aja. Kalo bakwan udang dan lumpia satunya 2.000,” kata Bu Broto.

Aha! Lumayan murah nih, beli agak banyak aja ya?

“Tahu isinya 8, bakwan sayur 7, pisang molen 5, onde-onde 5, bakwan udang 3, dan lumpia 2 ya bu.”

Apakah kamu tahu...

Setelah beli tahu, berapa jumlah kuenya? Uang sudah terpakai berapa?

Nah sekarang hitung lagi, tadi sudah ada 12 kue. Sekarang ditambah dengan pesanan berikut

= jumlah kue sebelumnya + tahu isi + bakwan sayur + pisang molen + onde-onde + bakwan udang + lumpia

= 12 + 8 + 7 + 5 + 5 + 3 + 2

= 42 kue sudah terpilih.

Kalau dihitung satu-satu, harga tahu isi berarti 1.000 tambah 1.000 … terus tambah 1.000 sampai sebanyak tahu yang dibeli, atau bisa dibilang 8 kali 1.000.

Harga bakwan sayur juga sama, 1.000 tambah 1.000 … terus tambah 1.000 sampai ada 7 bakwan sayur, atau bisa disingkat jadi 7 kali 1.000.

Harga pisang molen? Sama juga, ada 5 pisang molen dengan harga satuan 1.000, berarti 5 kali 1.000.

Harga onde-onde, gampang, tinggal kalikan banyak onde-onde yang dibeli dengan harga satuannya. Jadi 5 kali 1.000.

Kesimpulannya, total harga beli suatu jenis kue adalah jumlah kue yang dibeli dikali harga satuan kue.

Bakwan udang beli 3, satunya seharga 2.000, berarti total harga bakwan udang 3 kali 2.000.

Lumpia? Mudah saja, 2 kali 2.000.

Nah, untuk menghitung harga totalnya tinggal kita tambah semua saja deh…

= harga sebelumnya + harga tahu isi + harga bakwan sayur + harga pisang molen + harga onde-onde + harga bakwan udang + harga lumpia

= 35.000 + 8 x 1.000 + 7 x 1.000 + 5 x 1.000 + 5 x 1.000 + 3 x 2.000 + 2 x 2.000

= 35.000 + 8.000 + 7.000 + 5.000 + 5.000 + 6.000 + 4.000

= 70.000

“Kalau dadar gulungnya berapa bu?” tanya Ben sambil menunjuk kue lonjong berwarna hijau.

“Oh, itu 2.000 rupiah. Getuk sama bolu nya juga 2.000. Risol 2.500, lemper ayam sama sosis solo 3.000, somay 4.000.” Kata Bu Broto.

“Oke, dadar gulung nya 4, getuk 3, bolu nya 1. Risol 4, somay 2, lemper ayam 2, sosis solo 2.”

Apakah kamu tahu...

 

beli-dadar-gulung
Berapa jumlah semua kue yang dibeli? Berapa total harganya?

Waduh, berapa nih jumlah semua kue nya? Tadi kan sudah ada 42 kue yang dipilih, lalu ditambah dadar gulung, getuk dan bolu sebanyak 4 + 3 + 1, lalu tambah lagi risol, somay, lemper ayam, dan sosis solo sebanyak 4 + 2 + 2 + 2.

= 42 + ( 4 + 3 + 1 ) + ( 4 + 2 + 2 + 2 )

= 42 + 8 + 10

= 60

Wah, sudah pas nih, kue yang dibeli!

Sekarang hitung harga. Tadi kan sudah terpakai 70.000, jadi kita tambahkan lagi dengan pesanan baru:

= harga sebelumnya + harga dadar gulung + harga getuk + harga bolu + harga risol + harga somay + harga lemper ayam + harga sosis solo

= 70.000 + 4 x 2.000 + 3 x 2.000 + 1 x 2.000 + 4 x 2.500 + 2 x 4.000 + 2 x 3.000 + 2 x 3.000

= 70.000 + 8.000 + 6.000 + 2.000 + 10.000 + 8.000 + 6.000 + 6.000

= 70.000 + 46.000

= 116.000

Waah, totalnya 116.000 rupiah, untunglah masih dibawah 200.000!

=== ooo ===

Bu Broto menata kue-kue itu di dalam kotak dan menyerahkannya pada Ben, pas ketika Kak Adam datang. Kak Adam mengelap keringat sambil terengah-engah.

“Maaf, kakak agak lama ya?”

“Ngga kok, aku juga baru selesai.” Ujar Ben sambil menunjuk 2 kotak kue yang sudah diikat tali.

“Jadi berapa totalnya bu?” tanya Kak Adam, mengeluarkan dompetnya.

“Aku tahu kak! Totalnya jadi 116.000!” Seru Ben sumringah.

“Wah, pinter amat, kamu bisa hitung sendiri ya?” tanya Bu Broto heran. Ia mengeluarkan kalkulator dan menghitung belanjaan kue mereka. “Hitungannya benar, lagi,” lanjutnya sambil tersenyum.

kembalian
Berapa kembalian uang Kak Adam?

Kak Adam mengeluarkan uang 100 ribu dan 50 ribu. “Kamu tahu kembaliannya berapa Ben?”

“Ah, gampang! 150 dikurang 116 kan? Sama dengan 34 ribu!”

Bu Broto mendecak kagum, lalu mengambil sepotong carrot cake. “Ini, ada bonus untuk Ben yang pintar. Rajin belajar ya.”

“Terima kasih bu!” Ben nyengir lebar dan memakan kue itu dengan lahap.

“Terima kasih ya bu, maaf merepotkan,” kata Kak Adam sebelum mereka pergi.

Ketika mereka melewati tukang mainan, kak Adam berhenti dan berpaling ke arah Ben dengan wajah cerah. “Kamu mau mainan apa, Ben?”

“Eh, aku boleh beli mainan? Tapi kan pakai tabungan kakak…”

Kak Adam mengedikkan bahunya. “Ngga apa-apa, sebagai hadiah karena kamu sabar nunggu dan bisa hemat milih kuenya, jadi uang kakak masih ada sisanya hehehe…”

“Horee… pilih yang mahal boleh dong, kan uang kakak masih banyak!” seru Ben sambil nyengir lebar.

Kak Adam cuma bisa menepuk jidat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *