Di Kebun Apel

Daftar Isi

Source image from vecteezy
Source image from vecteezy

Ketika Ben dan Kak Adam berkemah di bukit belakang rumah nenek, Ben menagih janji Kak Adam untuk mengajarinya berenang. Tetapi besok Kak Adam tidak bisa karena harus membantu nenek panen. Dapatkah Ben membantu Kak Adam supaya bisa selesai lebih cepat?

Kelas: 1

Topik: Berhitung, nilai tempat puluhan & satuan, lebih besar/kecil, ganjil & genap

kemahdiatasbukit
Kemah di atas bukit

Malam itu Ben dan Kak Adam berkemah di bukit belakang rumah nenek. Ben berdiri menatap langit, tangan membentang. Udara dingin merasuk dan memeluknya, sesegar langit cerah yang bertabur bintang.
“Wah, kak, bintangnya indah sekali!” Ben berputar dan menunjuk ke atas. “Lihat, yang itu berkelap-kelip, seperti lampu sepeda kakak.”
Kak Adam tertawa dan menarik Ben duduk disampingnya.
“Dari sini kakak bisa melihat lima bintang yang bersinar terang. Coba, kamu bisa cari ngga?”

 

hitungbintang
Dapatkah kamu hitung ada berapa bintang?

“Oh, aku melihat satu disana!” Ben menunjuk ke arah bulan. Tidak jauh dari situ ada dua bintang berdekatan yang berkilau. “Dua… tiga…”
Ben menengok ke kiri dan menunjuk. “Aha! Empat, lalu… oh, disana yang ke lima. Lho, tapi yang itu juga, kak… sebelah sana juga. Di ujung sana ada tiga, malah.”
Kak Adam terkekeh dan mengacak rambut Ben. “Jadi semua ada berapa Ben?”
“Hm.. tadi kan ada lima. Lalu dengan yang itu jadi enam, tujuh, lalu ada tiga lagi. Jadi delapan, sembilan, sepuluh! Ada sepuluh kak!”
“Wah, pintar ya adik kakak sudah bisa berhitung. Nih, hadiahnya dapat jagung bakar.” Kak Adam menyerahkan jagung yang masih hangat.
“Asyiik! Terima kasih kak.”

 

jagungbakar
Jagung bakar hangat

Setelah menghabiskan jagung dengan lahap, Ben menyikut kak Adam.
“Kak, besok jadi ke sungai ngga? Katanya mau ajari aku berenang?”
Alis Kak Adam berkerut. “Besok? Kakak ngga bisa Ben, besok pagi kakak mau bantu nenek panen.”
“Yaah kakak… masa lupa. Memang ngga bisa siang nya?”
Kak Adam garuk-garuk kepala. “Maaf Ben, kakak lupa. Biasanya sih baru selesai sore, kuatir kemalaman aja sih…”
“Kerjanya banyak ya kak? Aku bantu deh…”
Kak Adam memandanginya sembari tersenyum.
“Oh iya, kamu kan sudah bisa berhitung ya?”
“Iya dong, kalau dikerjakan bersama pasti cepat selesai.”
“Sip lah, kalau begitu ayo cepat tidur, besok kita mulai jam enam pagi lho.”
“Ayo, balapan ke tenda!” Ben tertawa dan berlari meninggalkan kakaknya.

gerobakapel
Hasil panen apel
Ben membelalakkan matanya saat melihat tumpukan apel.
“Ini hasil panen nya, kak?”
“Iya Ben, ini semua harus dihitung. Yang sudah di hitung tempatnya disana ya.”
Haa… banyak sekali! Ben mengambil satu apel yang berwarna merah cerah. Beberapa apel menggelinding jatuh dari tumpukan.
“Satu…” Ben meletakkan apel tersebut ke kotak hitungan. Dia mengambil beberapa apel sekaligus. “Dua, tiga, empat, lima…”
Huff! Ben kembali mengambil apel, kali ini lebih banyak dari yang tadi. Apelnya menumpuk di lengan dan dada Ben, hampir menutupi dagunya. “Enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh… eh, habis sepuluh berapa ya kak?”
Kak Adam tersenyum dan mengambil beberapa apel untuk membantu Ben. “Sini Ben kakak ajarkan.”

Klik gambar dibawah dan kita hitung apelnya bersama-sama yuk :)

10crates
Ada 10 tumpukan kotak berisi apel
Ben duduk di atas peti kayu dan mengelap keringat. “Kak, kalau menghitungnya satu per satu, kapan kita bisa selesai?”
Kak Adam tertawa dan mengambil sebuah kotak kardus.

 

emptycrate
Kotak apel yang kosong, isinya muat 10 buah apel

“Ini Ben, kamu masukkan saja setiap sepuluh apel ke dalam satu kotak ini. Nanti kamu hitung kotaknya deh…” Kak Adam menumpuk kotak demi kotak. “Sepuluh, dua puluh, tiga puluh…”
Ben loncat sambil bertolak pinggang. Benar juga! “Empat puluh, lima puluh, enam puluh, tujuh puluh, delapan puluh, sembilan puluh…”
“Seratus!” Kak Adam menyambut uluran tangan Ben untuk high-five.

“Nah, kalau kita kelompokkan setiap sepuluh apel dalam satu kotak, jumlah kotak tersebut bisa kita sebut sebagai puluhan. Sisa nya kita hitung sebagai satuan.”

crateof10
Kotak berisi 10 apel

Apakah kamu tahu?

1 Kotak Apel berarti 1 puluhan, atau bisa ditulis 10 (sepuluh).

3 sisa apel berarti 3 satuan.

17 apel berarti ada 10 apel yang bisa dimasukkan ke dalam kotak Puluhan dan sisa 7 apel Satuan

2 Kotak Apel berarti 2 puluhan, atau bisa ditulis 20 (duapuluh).

1 Sisa apel berarti 1 satuan.

Jumlah semua apel Ben: 20 apel + 1 apel = 21 apel

Huff! Ben menurunkan kotak apel terakhir bagiannya. Ia mengerutkan kening ketika melihat kotak itu tidak penuh.
“Kak, kok kotak yang ini ngga penuh?”

Kotak isi 8 apel

Kak Adam melongok ke dalam kotak. “Oo… itu karena di dalam kotak ini terdapat lebih sedikit apel dari yang seharusnya.” Kak Adam mengeluarkan apel dari kotak itu dan menunjukkannya pada Ben.
“Satu kotak ini kan bisa menyimpan sepuluh apel, sedangkan kalau yang ini isinya berapa?”
Ben menghitung apel itu. Satu, dua, tiga… hmm… “Semua ada 8 apel kak.” Ia memperhatikan kotak apel yang penuh di sebelahnya. “Berarti 8 itu lebih sedikit dari 10 ya kak?”
“Iya, Ben.” Kak Adam mengambil kotak yang penuh dan juga mengeluarkan apel dari dalamnya. Ia menjejerkan apel-apel tersebut menjadi dua barisan.

8 apel dan 10 apel

“Kamu lihat? Dua apel yang ini ngga ada temannya. Berarti kotak yang isi 10 apel ini berisi apel yang lebih banyak daripada kotak yang berisi 8 apel.” Kak Adam menjelaskan.
Ben melirik ke kotak apel bagian Kak Adam di ujung meja.
“Kalau yang itu apelnya bertumpuk sampai ngga muat di kotak, kak. Berarti jumlah apel di kotak yang itu lebih banyak dari apel di kotak ini ya?”

Kak Adam melihat kotak yang dimaksud Ben dan tersenyum. “Iya Ben, di kotak itu ada 13 apel, sedangkan dua kotak ini berisi 10 dan 8 apel.”
“Kalau begitu, kotak yang isinya paling sedikit yang isinya 8 ya kak?” tanya Ben.
“Benar. Kalau kotak yang isinya paling banyak?”
“Yang isinya 13 kak!” jawab Ben mantap.
“Nah, keren kamu Ben sudah bisa lancar berhitung!” puji Kak Adam. Ben cuma tertawa sambil tersipu malu.

“Nah, ini dia yang terakhir!” Seru Ben.
Kak Adam menumpuk kotak yang terakhir dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Semua kotak apel sudah tertata dengan rapi.
“Lho, ini masih ada tiga apel dibawah meja.” Kata Ben sambil memungut apel tersebut.
“Berarti apelnya ganjil ya?” tanya Kak Adam.
“Ganjil?” Ben mengerutkan alis.
Kak Adam tersenyum dan menyuruh Ben duduk di atas sebuah kotak apel. Ia memegang dua apel di tangan kiri dan satu apel di tangan kanan.

ganjilgenap

“Lihat, apel yang ada di tangan kiri kakak ada temannya, sehingga banyak apel ini disebut genap.” Kata Kak Adam, lalu memutar tangannya. “Sedangkan di tangan kanan kakak hanya ada satu apel, dia tidak punya teman. Banyak apel ini disebut ganjil.”
Kak Adam melempar satu apel itu ke arah Ben. Ben menangkapnya.
“Satu itu bilangan ganjil?”
Kak Adam mengangguk, “Dua itu bilangan genap. Ada bilangan lain yang ganjil dan genap. Kamu tahu bilangan apa saja yang ganjil dan yang genap?”

Bilangan ganjil dan genap. Dapatkah kamu menemukan yang lain?
Bilangan ganjil dan genap. Dapatkah kamu menemukan yang lain?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *