Bermain peta buta dengan Minecraft

cover-petabutaminecraft“Di, aku dapet undangan konsernya!” Koko tergopoh-gopoh berlari sambil melambaikan selembar karton kecil berwarna merah. Sontak semua orang di perpustakaan menoleh.

“SSSTT!” Bu Intan sang penjaga perpustakaan bertolak pinggang dan melotot padanya. Koko langsung terdiam. Dengan wajah merah ia meminta maaf dan langsung kabur ke meja tempat Adi berada. Adi menyambutnya dengan tekekeh-kekeh.

“Huuh, aku udah susah-susah bantuin, pake nraktir temennya kak Kiki segala, eh kamunya malah ngetawain aku…” Koko menggerutu sambil menarik kursi di samping Adi dan menghempaskan badannya disana.

“Iya deeh… maap maaap… sini, coba aku lihat undangannya,” kata Adi. Akhirnya mereka dapat juga tiket masuk ke konser grup musik kesukaan mereka. “Wow, temen kakakmu keren banget, undangannya VIP lho…”

Oh ya? Koko menyabet undangan dari tangan Adi. “Wah, iya ya… aku ngga merhatiin. Tapi nanti kita berdua bisa masuk, kan? Soalnya aku cuma dapet satu undangan.”

“Tenang aja…” Sahut Adi dengan santai. “Rame-rame juga bisa kok. Tuuh disitu ada tulisannya: Berlaku untuk lima orang.”

Koko langsung senyum-senyum. Siiiplah… kalo gitu dia bisa ajak–

“Hayoo… mikirin siapa…” Adi nyengir lebar. “Daripada bengong ngga jelas gitu mendingan kamu bantuin aku.”

Koko mengangkat alisnya begitu melihat kertas printout di atas meja. “Apaan tuh Di?”

“Nih, ada tantangan tambahan dari Tito.” Adi menunjukkan peta buta yang sedang dikerjakannya. “Masih ngelanjutin tantangan kemaren, sekarang tantangannya yaitu menggambar lokasi Village dan Temple di peta.”

blindmap2
Ini kertas printout peta buta yang sedang dikerjakan Adi

Koko garuk-garuk kepala. “Yaah… kamu kan tahu aku ngga jago peta buta, apalagi di Minecraft.”

“Jangan kuatir, kata Tito ini petanya berskala kok. Kita tinggal gambar gridnya, terus tentuin koordinatnya deh.” Kata Adi.

Skala? Grid? Koko makin mengerutkan kening. “Maksudnya gimana?”

Adi merogoh sakunya dan mengeluarkan kertas tantangan yang kemarin.

tantangan

“Kemaren kan kita udah dikasih tahu koordinatnya. Nah, untuk menggambar lokasi tempat di peta sesuai koordinat itu, berarti kita perlu bikin dulu sumbu x dan z nya.” Kata Adi. Ia lantas sibuk mencari penggaris di tas nya. “Kata Tito ujung pointer mouse di peta ini adalah titik 0,0. Lalu penanda tempat warna ungu itu adalah titik Spawn.”

Koko memperhatikan Adi menggambar kisi-kisi di atas kertas.

map2

“Di, kok banyak amat sih kotak-kotaknya?” Tanya Koko penasaran. “Oh, maksudnya satu kotak ini satu blok di Minecraft ya?”

Adi menggeleng. “Bukan, ini skalanya 1 banding 10. Sama kayak undangan itu lho, 1 undangan bisa mewakili 5 orang. Nah kalo disini, 1 kotak di peta mewakili 10 blok di Minecraft.”

Koko cuma bisa ngangguk-ngangguk aja. “Oke, terus gimana Di?”

“Ya udah, kita tulis aja dulu koordinat yang diketahui.” Kata Adi sambil menulis titik 0,0 di ujung gambar pointer mouse. “Ini kita namakan titik nol ya.”

menggambarpetaminecraft1

Koko juga melihat Adi menulis -240,252 di titik Spawn. Lalu Adi kembali mengambil penggarisnya. “Kalau kita sudah tahu dimana titik nol, berarti tinggal gambar sumbu-sumbunya deh.”

menggambarpetaminecraft2

“Lho, yang mana sumbu x dan yang mana sumbu z, Di?” Tanya Koko.

Adi mengedikkan bahunya. “Yah kita lihat saja titik Spawn berada dimana.” Ia menunjuk tanda ungu tersebut. “Kamu lihat? Titik ini berada di kiri titik nol sejauh 24 blok di peta, atau 240 blok pada game. Sedangkan kita tahu nilai X dari Spawn adalah -240.”

Hmm… Koko mengingat-ingat pelajaran garis bilangan. “Oh, aku tahu, berarti sumbu mendatar ini sumbu x ya? Aku ingat, disebelah kiri titik nol itu bilangan negatif!”

Adi mengangguk. “Iya, ini sumbu x, dan kebetulan sisi negatifnya ada di sebelah kiri titik nol.”

“Lhoo… emang bisa sisi negatif x ada di sebelah kanan?”

“Lah… kalo petanya aku puter begini, bisa aja aku ngelihat sisi negatif x di kanan titik nol, kan?” Adi berkilah, lalu memutar-mutar petanya. “Malah bisa di atas atau di bawah juga…”

“Stooop,” sergah Koko, “jangan diputer-puter petanya, aku jadi pusiing.”

Adi ketawa dan menulis tanda panah ke kiri di ujung peta. “Ya udah, aku kasih tanda aja ya supaya kita inget, ke arah sini adalah x negatif.” Ia juga menulis arah sumbu z. “Nah, karena nilai z pada Spawn adalah 252, berarti dibawah titik nol itu adalah sumbu z positif.”

menggambarpetaminecraft3

“Lalu arah sebaliknya juga perlu ditulis.” Kata Adi. “X positif ada di kanan titik nol, Z negatif ada di atas titik nol.”

menggambarpetaminecraft4

“Di, kasih angkanya dong di sumbu x dan z, supaya aku ngga lupa,” kata Koko.

“Oke siip, gampang.” Dengan sigap Adi menambahkan angka-angkanya. “Nih, udah jadi…”

menggambarpetaminecraft5Koko mengangguk-angguk. “Nah gitu dong, kalo udah ada petunjuknya aku ngerti. Oke, sekarang kita coba gambar yang mana dulu nih?”

Adi memperhatikan kertas tantangan dan menunjuk Village 4. “Ini aja, kayaknya ini ada di tengah peta. Koordinatnya kan -408,88.”

“Aku dong yang bikin titiknya,” pinta Koko. Adi memberikan pensilnya pada Koko.

“Berarti aku cuma perlu cari -408 di sumbu x dan 88 di sumbu z kaan…” tukas Koko.

menggambarpetaminecraft6

Koko lalu menelusuri kisi-kisi pada kedua titik tersebut sampai keduanya saling bertemu. “Nah, ini dia titik -408,88.” Ia lalu menulis nama tempat pada peta tersebut.

menggambarpetaminecraft7

“Horee… Lihat Di! Udah jadi satu!” Sorak Koko kegirangan. Seisi perpustakaan kembali menoleh kepadanya, termasuk Bu Intan. Uuups! Koko langsung ngumpet di bawah meja. Ampun buu…

Bisakah kamu menandai lokasi Village dan Temple lainnya? :)

Seri Belajar Peta dengan Bermain Minecraft

sari

sari

Ibu 3 anak yang suka matematika dan berbagi pengalaman dalam homeschool anak-anak
sari

Latest posts by sari (see all)

sari

Ibu 3 anak yang suka matematika dan berbagi pengalaman dalam homeschool anak-anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *